Hukum Gossen 1 Dan 2 Menjelaskan Tentang Teori Nilai Subjektif

05.16
Hukum Gossen adalah suatu kaidah dalam ilmu ekonomi yang dijelaskan oleh ahli ekonomi Jerman. Hukum Gossen 1 dan 2 menjelaskan tentang teori nilai subjektif. Teori nilai subjektif menyatakan bahwa nilai suatu barang ditentukan oleh kegunaan barang tersebut. Setiap orang menganggap kegunaan yang berbeda-beda terhadap suatu barang yang sama.

hukum gossen 1 dan 2

Hukum Gossen 1 Dan Hukum Gossen 2

Berikut finsgeo akan menjelaskan tentang pengertian hukum gossen 1 dan hukum gossen 2 beserta contohnya secara lengkap.

Pengertian Hukum Gossen 1 

Hukum Gossen 1 disebut juga hukum guna vertikal karena hanya menjelaskan pemuasan satu macam barang. Hukum gossen 1 berbunyi, “jika pemenuhan kebutuhan akan suatu barang dilakukan secara terus menerus maka rasa nikmatnya mula-mula menjadi sangat tinggi, namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin berkurang sampai akhirnya mencapai titik jenuh. 

Contoh penerapan hukum gossen 1 yaitu seseorang yang selesai olahraga akan merasa haus. Jika tersedia es, maka gelas es pertama akan memiliki nilai kepuasan yang tinggi. Gelas kedua diminum lagi, nilai kepuasannya akan semakin berkurang, demikian dengan gelas yang ketiga juga dan seterusnya sampai terasa tidak nikmat lagi.

hukum gossen 1

Hukum gossen 1 tersebut juga menyinggung kepuasan marginal atau nilai guna marginal. Oleh karena itu, hukum gossen 1 disebut sebagai hukum nilai guna marginal yang semakin menurun. Nilai kepuasan total meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah es yang diminum. Namun niai kepuasan marginal menjadi semakin berkurang. Dengan demikian, dapat dikatakan sebagai hukum tambahan nilai guna marginal yang semakin berkurang. 

Pengertian Hukum Gossen 2

Hukum Gossen 2 disebut juga hukum guna horizontal karena membahas tentang pemuasan terhatap barang yang bermacam-macam. Manusia memenuhi kebutuhannya tak hanya memerlukan satu jenis barang, namun akan mengkonsumsi beberapa jenis barang sesuai dengan kebutuhannya. 

Pertanyaannya yaitu bagaimana seseorang akan mengatur pengeluaran yang cukup banyak sehingga kepuasan maksimal dapat tercapai? Dalam hal tersebut, Gossen menjawab dengan Hukum Gossen 2 yang berbunyi, “konsumen akan memuaskan kebutuhan yang beraneka ragam hingga mencapai titik intensitas yang sama” artinya unit terakhir setiap produk yang dikonsumsi memiliki nilai yang sama.

Hukum Gossen 2 menunjukkan adanya upaya setiap orang untuk menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan sampai memperoleh tingkat kepuasan yang maksimal. Dengan total uang yang dimiliki, seseorang akan berupaya mendapatkan kombinasi berbagai macam kebutuhan dengan tingkat kepuasan maksimal. 

hukum gossen 2

Agar lebih jelas, Anda dapat melihat pada contoh berikut. Jika orang tua Anda memiliki uang 1.000.000 dan harga barang sebesar 100.000, bagaimana kombinasi barang dapat dibeli agar mendapat kepuasa maksimal? 

Jika seluruh uang yang dimiliki tersebut, dibelanjakan makanan saja, maka kepuasan yang diperoleh sebesar 55, yaitu dengan cara menjumlahkan kolom makanan seluruhnya. 

Namun jika dibelanjakan dengan cara kombinasi, misalnya makanan 3, pakaian 2, perumahan 1, pendidikan 2, kesehatan 1, komunikasi 1, maka jumlah kepuasan maksimal yang didapat sebesar 27 + 17 + 8 + 13 + 6 + 5 = 76.

Jika dibelanjakan dengan cara kombinasi, makanan 4, pakaian 2, perumahan 2, pendidikan 1, kesehatan 1, maka jumlah kepuasan maksimal sebesar 34 + 17 + 15 + 7 + 6 = 79 dan seterusnya kombinasi manakah yang paling maksimal. 

Penutup Hukum Gossen

Demikian penjelasan tentang hukum gossen 1 dan hukum gossen 2. Teori pilihan konsumen salah satunya menyatakan bahwa seorang konsumen dengan pendapatan tertentu yang menghadapi sejumlah harga, tidak mungkin membeli semua barang yang diinginkannya. Konsumen tersebut akan melakukan pilihan terhadap barang yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan harga-harga relatif. Selanjutnya Anda bisa mempelajari sistem ekonomi tradisional, komando, pasar, dan campuran. Semoga bermanfaat.