Sistem Ekonomi Tradisional, Komando, Pasar, Dan Campuran

17.12
Sistem ekonomi adalah perpaduan alat yang digunakan untuk menjawab secara lengkap masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi. Berbagai permasalahan ekonomi selalu muncul di tengah masyarakat sehingga perlu untuk dipecahkan. Ada beberapa sistem ekonomi yang diterapkan di suatu negara yaitu sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi komando, sistem ekonomi pasar, dan sistem ekonomi campuran.

Sistem Ekonomi

Usaha untuk memecahkan permasalahan tersebut dapat ditempuh melalui sebuah sistem ekonomi yang berlaku di suatu negara. Efektif atau tidak jawaban yang diberikan sangat tergantung kepada sistem ekonomi yang dijalankan. Pemilihan sistem ekonomi di suatu negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu:

  1. Falsafah negara yang bersangkutan.
  2. Sosial dan budaya, keinginan, cita-cita, dan sikap penduduk.
  3. Sumber daya alam dan iklim.
  4. Pengalaman mayoritas penduduk negara yang bersangkutan.
  5. Lingkungan politik dan hukum di suatu negara.

Setiap negara memiliki kondisi yang berbeda sehingga tidak ada negara di dunia yang melakukan sistem ekonomi yang benar sama antara negara satu dengan yang lain. Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan tentang sistem ekonomi yang ada beserta ciri dan contohnya.

sistem ekonomi

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional sesuai dengan kondisinya yang tradisional, corak perekonomiannya juga masih bersifat tradisional. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun. Pada umumnya produksi lebih mengandalkan alam dan tenaga kerja serta tidak mengenal teknologi. Barang-barang yang dibutuhkan mereka diproduksi sendiri menggunakan cara sederhana. Hasil produksi juga terbatas hanya untuk keluarga atau suatu kelompok saja.

sistem ekonomi tradisional

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisional 

Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional, diantaranya yaitu:
  • Teknik produksi bersifat sederhana dan dipelajari secara turun temurun.
  • Hanya sedikit menggunakan modal.
  • Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang).
  • Tidak ada pembagian kerja, jika ada masih sangat sederhana.
  • Tidak ada hubungan dengan dunia luar sehingga masyarakat masih statis.
  • Tanah menjadi tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran.

Kelebihan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Tradisional

Berdasarkan ciri-ciri sistem ekonomi tradisional di atas, maka berikut ada beberapa kelebihan sistem ekonomi tradisional yaitu terjadi persaingan yang sehat dan tidak menimbulkan tekanan jiwa dalam masyarakat karena anggota masyarakat tidak dibebani dengan target tertentu yang harus dicapai. Namun kekurangan sistem ekonomi tradisional yaitu masyarakatnya menjadi sulit berkembang.

Contoh Sistem Ekonomi Tradisional

Saat ini masih banyak suku pedalaman di Indonesia, seperti suku Dayak di Kalimantan, Badui di Banten, dan Asmat di Papua yang memegang teguh adat dan tradisi mereka. Sistem ekonomi tradisional pernah diterapkan di Indonesia sebelum Indonesia merdeka.

2. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)

Sistem ekonomi komando atau sistem ekonomi terpusat adalah sistem ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah pusat. Dalam sistem ekonomi komando, peranan pemerintah sangat dominan dan peran masyarakat atau pihak swasta sangat kecil. Pada sistem ekonomi komando, pemerintah menentukan barang dan jasa yang diproduksi, bagaimana barang itu diproduksi dan untuk siapa barang itu diproduksi. Seluruh kegiatan ekonomi akan dilakukan oleh pemerintah pusat. Negara yang memberlakukan sistem ekonomi komando biasanya adalah negara sosialis atau komunis.

sistem ekonomi komando

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Komando

Ciri-ciri sistem ekonomi komando, diantaranya yaitu:
  • Semua alat dan sumber daya produksi dimiliki oleh negaa sehingga hak milik perorangan hampir tidak ada.
  • Pekerjaan yang tersedia dan siapa yang akan bekerja ditentukan oleh pemerintah, rakyat tidak memiliki kebebasan untuk memilih pekerjaan.
  • Kebijakan perekonomian diatur oleh pemerintah. 
Pemerintah membuat rencana pembangunan nasional. Segala keputusan dalam perekonomian berada di tangan pemerintah. Perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan semuanya akan dilaksanakan oleh pemerintah.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Komando

Sistem ekonomi komando memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, berikut adalah kelebihan sistem ekonomi komando diantaranya yaitu:
  • Perekonomian sepenuhnya ditangani pemerintah, baik dalam perencanaan, perorganisasian, pelaksanaan, maupun pengawasan. Pemerintah lebih mudah dalam mengendalikan inflasi, pengangguran, atau berbagai keburukan ekonomi lain. 
  • Pemerintah dapat menentukan jenis kegiatan produksi sesuai perencanaan sehingga pasar barang dalam negeri berjalan lancar.
  • Distribusi pendapatan relatif mudah untuk dilakukan.
  • Jarang terjadi krisis ekonomi karena kegiatan ekonomi direncanakan pemerintah.
Kelemahan sistem ekonomi komando dapat dilihat dari beberapa hal berikut: 
  • Inisiatif individu untuk maju menjadi terhambat karena semua kegiatan diatur oleh pusat.
  • Monopoli yang merugikan masyarakat sering terjadi.
  • Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam kepemilikan sumber daya.

Contoh Sistem Ekonomi Komando

Sistem ekonomi komando kini masih diberlakukan di beberapa negara yang menganut sistem kerajaan. Dulu di Indonesia sejak masih ada kerajaaan besar di Indonesia seperti  Majapahit dan Sriwijaya, sistem ekonomi komando tersebut juga diberlakukan saat itu. 

3. Sistem Ekonomi Pasar (Kapitalis/Liberal)

Sistem ekonomi pasar disebut juga sebagai sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi liberal. Jika dalam sistem ekonomi komando, perekonomian dikendalikan oleh pemerintah, maka pada sistem ekonomi pasar ini seluruhnya diserahkan kepada mekanisme pasar. Dalam sistem ekonomi pasar, mulai dari harga, dan laba pasar sangat menentukan jawaban apa bagaimana dan untuk siapa. Orang yang inging memperoleh laba harus menguasai pasar dengan mengandalkan teknologi yang maju serta harga tinggi.

sistem ekonomi pasar


Prinsip yang mendasari sistem ekonomi pasar yaitu kebebasan invidu, kebebasan memilih, kebebasan berusaha, kebebasan memiliki, dan kebebasan berinisiatif. Sistem ekonomi pasar dibentuk oleh kekuatan yang ada di pasar yaitu kekuatan permintaan dan penawaran. Oleh karena itu, kegiatan ekonomi pasar sepenuhnya diserahkan kepada pihak masyarakat dan pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar

Ciri-ciri sistem ekonomi pasar dapat dilihat sebagai berikut:
  • Semua sumber produksi menjadi milik masyarakat.
  • Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi secara langsung.
  • Masyarakat terbagi menjadi dua golonganm yaitu golongan pemberi kerja atau pemilik sumber daya produksi dan golongan penerima kerja (buruh).
  • Timbul persaingan dalam masyarakat untuk mengejar keuntungan.
  • Setiap kegiatan ekonomi didasarkan atas pencarian keuntungan.
  • Kegiatan ekonomi selalu mempertimbangkan pasar.

Kelebihan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Pasar

Sistem ekonomi pasar juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut beberapa kelebihan sistem ekonomi pasar yaitu:
  • Masyarakat bisa berkreasi dan mendorong inisiatif daam kegiatan ekonomi.
  • Setiap individu bebas memiliki sumber daya produksi.
  • Timbul persaingan untuk maju karena kegiatan ekonomi dilakukan secara langsung oleh masyarakat.
  • Masyarakat terdorong menghasilkan barang bermutu tinggi agar laku di pasar.
  • Efisiensi dan efektivitas pasar menjadi tinggi karena didasarkan motif mencari keuntungan.
Selain itu, sistem ekonomi pasar juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut beberapa kelemahan sistem ekonomi pasar yaitu:
  • Sulit melakukan pemerataan pendapatan. 
  • Pemilik sumber daya produksi dapat mengeksploitasi golongan pekerja.
  • Sering muncul monopoli yang merugikan masyarakat.
  • Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya.

4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan sistem ekonomi yang mengambil sebagian unsur dari sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi pasar, dan sistem ekonomi komando. Hal itu didasari atas kesadaran saling ketergantungan antarnegara dan pengaruh ekonomi global. Sistem ekonomi campuran dapat dikatakan sebagai kombinasi antara sistem ekonomi yang ada serta digunakan sesuai kondisi di suatu wilayah. 

sistem ekonomi campuran

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran

Dalam sistem ekonomi campuran, mekanisme harga dan pasar dari sistem ekonomi capital dapat berdampingan dengan perencanaan dari pusat seperti sistem ekonomi komando. Dalam sistem ekonomi campuran, pemerintah berperan untuk mengendalkan pasar yang bertujuan agar ekonomi tidak lepas dan menguntungkan para pemilik modal yang besar sehingga agar tidak terjadi monopoli pasar. 

Contoh Sistem Ekonomi Campuran

Cina merupakan negara komunis dan sangat besar kemungkinannya menerapkan sistem ekonomi komando. Amerika Serikat dan Inggris merupakan negara yang menjadi acuan sistem ekonomi pasar. Negara-negara tersebut tidak menyatakan jika sistem yang mereka pakai adalah sistem ekonomi komando atau sistem ekonomi pasar. Saat ini dapat dikatakan tidak ada negara yang menerapkan sistem ekonomi komando atau sistem ekonomi pasar secara murni.

Sistem Ekonomi Indonesia

Dalam pasal 33 UUD 1945, dijelaskan bahwa cabang-cabang produksi yang besar dan penting menyangkut hajat hidup orang banyak. Dalam pasal itu disebutkan bahwa bumi, air, dan kekayaan yang ada di dalamnya dikuasai oleh negara. 

Pemerintah senantiasa mendorong perkembangan sektor-sektor wisata. Dari sektor tersebut, pemerintah berharap agar perekonomian bangkit kembali. Dengan perkembangan sektor swasta, penerimaan pemerintah berupa pajak dapat ditingkatkan serta dapat menekan pengangguran. Pemerintah mendorong terjadinya kerjasama antar pemerintah dan sektor swasta. 

Kesimpulan

Sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara di dunia yaitu sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi komando, sistem ekonomi pasar, dan sistem ekonomi campuran. Saat ini ada banyak negara di dunia yang menggunakan sistem ekonomi campuran. Seiring perkembangan zaman, maka muncul perekonomian modern yang ditandai dengan penggunaan teknologi yang mendalam, spesialisasi sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan, dan penggunaan uang.